Monday, October 2, 2017

AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI

TUGAS MAKALAH

AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI




Disusun oleh :

Zullyan Pangestu

1C114700

4KA18




UNIVERSITAS GUNADARMA

FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI

SISTEM INFORMASI

DEPOK

2017

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan zaman banyak perusahan yang mengandalkan sistem informasi sebagai pendukung jalannya operasional perusahaan. untuk mendukung pencapaian visi dan misi perusahaan, maka  pengolaan informasi sangat dibutuhkan untuk tercapainya visi dan misi pada suatu perusahaan tersebut.
Semakin berkembangnya teknologi informasi akan semakin banyak ancaman-ancaman yang akan terjadi dari dalam maupun luar perusahaan. Misalnya pada pemrosesan komputer.  Akan sangat mengkhawatirkan bila terjadi kesalahan dalam pemrosesan di dalam komputer. Kerugian mulai dari tidak dipercayainya perhitungan matematis sampai kepada ketergantungan kehidupan manusia.
Untuk mencegah ancaman-ancaman tersebut perusahaan membuat pengendalian-pengendalian internal dan untuk memeriksa pengendalain tersebut telah mencapai tujuan atau belum, maka diperlukanlah audit sistem informasi dalam suatu perusahaan atau organisasi.

1.2 Tujuan

Tujuan di buatnya makalah ini yaitu :

1.       Mengapa Audit sistem informasi penting bagi perusahaan?

2.      Apa tujuan dari audit sistem informasi?

3.      Apa saja jenis Audit sistem informasi?


1.3 Ruang Lingkup

·         Perusahaan

·         Sistem informasi

BAB II

PEMBAHASAN

2.1       Pengertian Audit Sistem Informasi

Audit teknologi informasi atau information systems (IS) audit adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya.

2.1.2     Pengertian Perusahaan

Definisi perusahaan dalam Pasal 1 huruf (b) Undang-Undang No. 3 tahun 1982 tentang WAjib Daftar Perusahaan(UWDP) “perusahaan adalah setiap bentuk badan usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus menerus dan didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah negara Indonesia untuk tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba (Kansil,2001)
Menurut pemerintah Belanda, yang pada waktu membacakan “memorie van toelichting” rencana undang-undang “Wetboek van Koophandle” di muka Parlemen, menerangkan bahwa yang disebut “perusahaan” ialah keseluruhan perbuatan, yang dilakukan secara tidak terputus-putus, dengan terang-terangan, dalam kedudukan tertentu dan untuk mencari laba (bagi diri sendiri);
Menurut Prof. Molengraff, perusahaan adalah keseluruhan perbuatan yang dilakukan secara terus menerus, bertindak keluar, untuk mendapatkan penghasilan, dengan cara memperniagakan barang-barang, menyerahkan barang-barang, atau mengadakan perjanjian-perjanjian perdagangan. Di sini Molengraff memandang perusahaan dari sudut “ekonomi”;

2.1.3    Audit Sistem Informasi pada Perusahaan

Audit sistem informasi diperlukan oleh perusahaan dalam pencapaian tujuan perusahaan, oleh karena itu perusahaan harus membuat prosedur pengendalian dalam menjaga aset perusahaan dan memeriksa pengendalian tersebut dengan menguji pengendalian. Menguji pengendalian digunakan untuk mengevaluasi apakah telah berjalan sesuai dengan prosedur atau tidak .


2.2    Tujuan Audit Sistem Informasi

Tujuan audit sistem informasi adalah untuk meninjau dan mengevaluasi pengendalian internal yang melindungi sistem tersebut. Ketika melaksanakan audit sistem informasi, para auditor harus memastikan tujuan-tujuan berikut ini dipenuhi:

·         Perlengkapan keamanan melindungi perlengkapan komputer, program, komunikasi, dan data dari akses yang tidak sah, modifikasi, atau penghancuran.

·         Pengembangan dan perolehan program dilaksanakan sesuai dengan otorisasi khusus dan umum dari pihak manajemen.

·       Modifikasi program dilaksanakan dengan otorisasi dan persetujuan pihak manajemen.

·   Pemrosesan transaksi, file, laporan, dan catatan komputer lainnya telah akurat dan lengkap.

·   Data sumber yang tidak akurat. atau yang tidak memiliki otorisasi yang tepat diidentifikasi dan ditangani sesuai dengan kebijakan manajerial yang telah ditetapkan.

·     File data komputer telah akurat, lengkap, dan dijaga kerahasiaannya.

2.3       Jenis Audit Sistem Informasi
Operational audit, terkonsen pada efisiensi dan efectifitas sumberdaya digunakan untuk melaksanakan tugas, meliputi kesesuaian praktik&prosedur dengan peraturan.
Compliance audit terkonsentrasi pada cakupan undang-undang, peraturan pemerintah, pengendalian dan kewajiban badan eksternal lain yang telah diikut.
Project manajement&change control audit,(dulu dikenal sebagai suatu pengembangan sistem audit)terkonsentrasi oleh efesiensi&efektifitas pada berbagai tahap pengembangan sistem siklus kehidupan yang sedang diselenggarakan.
Internal control audit terkonsentrasi pada evaluasi struktur pengendalian internal.
Financial audit terkonsentrasi pada kewajaran laporan keuangan yang menunjukan posisi keuangan, aliran kas dan hasil kinerja perusahaan.
Fraud audit adalah nonrecurring audit yang dilaksanakan untuk mengumpulkan bukti untuk menentukan apakah sedang terjadi, telah terjadi atau akan terjadi kecurangan. Dan penyelesaian hal sesuai dengan pemberian tanggung jawab.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Audit adalah proses mengumpulkan dan mengevaluasi fakta untuk memutuskan apakah sistem komputer yang merupakan aset bagi perusahaan terlindungi, integritas data terpelihara, sesuai dengan tujuan organisasi untuk mencapai efektifitas, dan efisiensi dalam penggunaan sumber daya.

3.2 Saran
Audit sistem informasi sangat penting bagi perusahaan karena dengan adanya audit sistem informasi disebuah perusahaan, maka perusahaan tersebut akan mengetahui tercapainya tujuan prosedur pengendalian internal perusahaan atau tidak. Oleh karena itu, sangat dianjurkan pada perusahaan untuk melakukan audit sistem informasi diperusahaannya.

DAFTAR PUSTAKA

https://may9946.wordpress.com/2013/03/02/pentingnya-audit-sistem-informasi-bagi perusahaan/

https://avanza250.wordpress.com/2013/06/22/pemeriksaan-sistem-informasi audit-it/

http://wikipedia/wiki/audit sistem informasi/org

http://definisi audit sistem informasi/wahyu hidayat.blogspot.com

http://Audit Pemerintahan dan Komputer Audit/Sri Wiwik Anggiyani/Academia.edu

http:// Audit sistem informasi berbasis komputer/agus maulana syafei/semarang/2000






Friday, December 23, 2016

REVIEW JURNAL TENTANG SISTEM PAKAR " DIAGNOSA KECANDUAN MENGGUNAKAN INTERNET (INTERNET ADDICTION) MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR "


REVIEW JURNAL : 

SISTEM PAKAR DIAGNOSA KECANDUAN MENGGUNAKAN
INTERNET (INTERNET ADDICTION) MENGGUNAKAN
METODE CERTAINTY FACTOR
Adlin Hasibuan

Judul Jurnal      : Sistem Pakar Diagnosa Kecanduan Menggunakan Internet ( Internet Addiction ) Menggunakan Metode Certainty Factor

Tahun Terbit     : 3 April 2014

Jurnal                : Sistem Pakar

Volume              : VI

No                     : 3

Penulis               : Adlin Hasibuan

Reviewer            : Zullyan Pangestu 1C114700 ( 3KA18 )

Jurnal                 : Sistem Pakar

Dari Universitas : STMIK BUDIDARMA MEDAN

Abstrak
"Sistem Pakar Diagnosa Kecanduan Mengunakan  Internet mengguanakan Metode Ceertainly Factor" jurnal ini membahas tentang bagaimana cara mendiagnosa seseorang yang telah kecanduan oleh internet, seperti kita ketahui di Indonesia telah banyak para remaja yang sudah kecanduan terhadap internet hal ini mengakibatkan para remaja sering lupa waktu, sehingga mereka lupa akan tugas mereka yang lain, oleh karena itu dibuatlah sitem pakar ini untuk mendiagnosa agar dapat mencegah kecanduan terhadap internet tersebut. 

Pendahuluan 
Dalam topik pendahuluan ini penulis menuliskan pembahasan tentang sistem pakar yang telah digunakan pada berbagai bidang ilmu , dan intinya membahas tentang efek negatif jika individu atau seseorang yang telah kecanduan internet atau game online ia akan asik dengan dunianya sendiri sehingga dia akan peduli dengan orang lain dan lingkungan sekitar.

Landasan Teori 

Faktor Kepastian

Faktor Kepastian (Certainty Factor) menyatakan kepercayaan dalam sebuah kejadian (fakta atau hipotesis) berdasarkan bukti atau penilaian pakar[1]. Certainty Factor menggunakan suatu nilai untuk mengasumsikan derajat keyakinan seorang pakar terhadap suatu data. Certainty Factor memperkenalkan konsep keyakinan dan ketidakyakinan yang kemudian diformulakan dalam rumusan dasar sebagai berikut:

CF[P,E] = MB[H,E] - MD[H,E]
Keterangan:
CF : Certainty Factor
MB : Measure of Belief
MD : Measure of Disbilief
H : Hypothesis
E : Evidence

Berikut ini adalah deskripsi beberapa kombinasi
  • Certainty Factor terhadap berbagai kondisi:
  • Certainty Factor untuk kaidah dengan premis tunggal  
      (single premis rules):CF(H,E) = CF(E)*CF(rule) = CF(user)*CF(pakar)
  • Certainty Factor untuk kaidah dengan premis majemuk (multiple premis rules):
       CF(A AND B) = Minimum (CF(a),CF(b)) * CF(rule)
       CF(A OR B) = Maximum (CF(a),CF(b)) *CF(rule)
  •  Certainty Factor untuk kaidah dengan kesimpulan yang serupa (similarly concluded rules):
       CFCOMBINE(CF1,CF2)=CF1+CF2*(1-CF1)[2].


Kelebihan dan Kekurangan Metode Certainty Factor

Adapun kelebihan Certainty Factor adalah:

  • Metode ini cocok dipakai dalam sistem pakar untuk mengukur sesuatu apakah pasti atau tidak pasti dalam mendiagnosis penyakit sebagai salah satu contohnya.
  • Perhitungan dengan menggunakan metode ini dalam sekali hitung hanya dapat mengolah 2 data saja sehingga keakuratan data dapat terjaga.
Sedangkan kekurangan metode Certainty Factor adalah:
  • Ide umum dari pemodelan ketidak pastian manusia dengan menggunakan numerik metode Certainty Factor biasanya diperdebatkan. Sebagian orang akan membantah pendapat bahwa formula untuk metode Certainty Factor di atas memiliki sedikit kebenaran.
  • Metode ini hanya dapat mengolah ketidakpastian/kepastian hanya 2 data saja. Perlu dilakukan beberapa kali pengolahan data untuk data yang lebih dari 2 buah data.


Komponen Sistem Pakar

Sistem pakar disusun oleh dua bagian utama, yaitu: lingkungan pengembangan (development environment) dan lingkungan konsultasi (consultation environment)[3]. Sistem pakar memiliki beberapa komponen utama yaitu: antar muka pengguna (user interface), basis data system pakar (expert system database), fasilitas akuisisi pengetahuan (knowledge acquisition facility) dan mekanisme inferensi (inference mechanism). Selain itu ada satu komponen yang ada pada beberapa sistem pakar yaitu fasilitas penjelasan (explanation facility).

Internet Addiction
Internet addiction merupakan suatu gangguan psikofisiologis yang meliputi tolerance (penggunaan dalam jumlah yang sama akan menimbulkan respon minimal, jumlah harus ditambah agar dapat membangkitkan kesenangan dalam jumlah yang sama), whithdrawal symptoms (khususnya menimbulkan termor, kecemasan, dan perubahan mood), gangguan afeksi (depresi, sulit menyesuaikan diri), dan terganggungnya kehidupan social.

Analisa 
Pada  Analisa ini penulis mengemukakan tentang cara menganalisa pencandu internet tersebut dengan Rancang Bangun Sistem Pakar, dan dengan Penggunaan Metode Certainty Factor







Kesimpulan 

Pada kesimpulan ini menulis menyimpulkan bahwa Internet addiction diukur melalui alat ukur berbentuk skala Internet Addiction. Semakin tinggi skor yang diperoleh seseorang dalam skala internet addiction yang diberikan, semakin tinggi internet addiction yang dirasakannya.

Sumber  : 

http://www.ilmuskripsi.com/p/daftar-jurnal-sistem-pakar.html   

http://www.ilmuskripsi.com/2016/06/jurnal-sistem-pakar-diagnosa-kecanduan.html

https://drive.google.com/file/d/0B0EdWn-d3T9xNUJ5VDBXMThLUHc/view

http://noonasuci.blogspot.co.id/2016/05/contoh-review-jurnal-ilmiah-ini.html

Friday, November 4, 2016

Sistem cerdas

Sistem Cerdas




# Pengertian Sistem Cerdas



Berikut ini terdapat definisi-definisi sistem cerdas menurut para ahli :

John Mc Cathy, 1956
Definisi Kecerdasan Buatan adalah ilmu rekayasa yang membuat suatu mesin mempunyai intelegensi tertentu khususnya program komputer yang “cerdas”.

H.A Simon, 1987
Kecerdasan buatan merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan intruksi yang terkait dengan pemrograman computer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas.

Rich and Knight, 1991
Kecerdasan merupakan bagian kemampuan komputasi untuk mencapai tujuan dalam dunia. Ada bermacam-macam jenis dan derajat kecerdasan untuk manusia, hewan dan mesin. Kecerdasan buatan merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.

Winston dan Pendergast, 1994
Kecerdasan adalah kemampuan untuk belajar atau mengerti dari pengalaman. Memahami pesan yang kontradiktif dan ambigu, menanggapi dengan cepat dan baik atas situasi yang baru, menggunakan penalaran dalam memecahkan masalah dan menyelesaikannya secara efektif.

Setiawan, 1993
Cabang ilmu komputer yang mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas.

Turing, et. al, 1996
Suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebut Cerdas.
Kecerdasan Buatan atau kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiahatau Intelegensi Artifisial (bahasa Inggris: Artificial Intelligence(AI)) didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Sistem seperti ini umumnya dianggap computer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia.

Kebanyakan ahli setuju bahwa Kecerdasan Buatan berhubungan dengan 2 ide dasar. Pertama, menyangkut studi proses berfikir manusia, dan kedua, berhubungan dengan merepresentasikan proses tersebut melalui mesin (komputer, robot, dll).

Kemampuan untuk problem solving adalah salah satu cara untuk mengukur kecerdasan dalam berbagai konteks. Terlihat di sini bahwa mesin cerdas akan diragukan untuk dapat melayani keperluan khusus jika tidak mampu menangani perrnasalahan remeh/ kecil yang biasa dikerjakan orang secara rutin.

Terdapat beberapa alasan untuk memodelkan performa manusia dalam hal ini:
  • Untuk menguji teori psikologis dari perforrna manusia
  • Untuk membuat komputer dapat memahami penalaran (reasoning) manusia
  • Untuk membuat manusia dapat memahami penalaran komputer
  • Untuk mengeksploitasi pengetahuan apa yang dapat diambil dari manusia


Menurut Winston dan Prendergast (1984), tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah:
  • Membuat mesin menjadi lebih pintar.
  • Memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu.
  • Membuat mesin menjadi lebih berguna.


# Sejarah Sistem Cerdas



Pada awal abad 17, René Descartes mengemukakan bahwa tubuh hewan bukanlah apa-apa melainkan hanya mesin-mesin yang rumit. Blaise Pascal menciptakan mesin penghitung digital mekanis pertama pada 1642. Pada 19, Charles Babbage dan Ada Lovelace bekerja pada mesin penghitung mekanis yang dapat diprogram.

Bertrand Russell dan Alfred North Whitehead menerbitkan Principia Mathematica, yang merombak logika formal. Warren McCulloch dan Walter Pitts menerbitkan "Kalkulus Logis Gagasan yang tetap ada dalam Aktivitas " pada 1943 yang meletakkan pondasi untuk jaringan syaraf.

Sejarah Kecerdasan Buatan Artikel ilmiah pertama tentang Kecerdasan Buatan ditulis oleh Alan Turing pada tahun 1950, dan kelompok riset pertama dibentuk tahun 1954 di Carnegie Mellon University oleh Allen Newell and Herbert Simon. 

Namun bidang Kecerdasan Buatan baru dianggap sebagai bidang tersendiri di konferensi Dartmouth tahun 1956, di mana 10 peneliti muda memimpikan mempergunakan komputer untuk memodelkan bagaimana cara berfikir manusia. Hipotesis mereka adalah: “Mekanisme berfikir manusia dapat secara tepat dimodelkan dan disimulasikan pada komputer digital”, dan ini yang menjadi landasan dasar Kecerdasan Buatan.

Beberapa program AI yang mulai dibuat pada tahun 1956-1966, antara lain:
  • Logic Theorist, diperkenalkan pada Darmouth Conference, program ini dapat membuktikan teorema - teorema matematika.


  • Sad Sam, diprogram oleh Robert K. Lindsay (1960). Program ini dapat mengetahui kalimat-kalimat sederhana yang ditulis dalam bahasa inggris dam mampu memberikan jawaban dari fakta—fakta yang didengar dalam sebuah percakapan.


  • ELIZA, diprogram oleh Joseph Weizenbaum (1967). Program ini mampu melakukan terapi terhadap pasien dengan memberikan beberapa pertanyaan.


# Contoh Sistem Cerdas

1. Implementasi AI pada Video Game



Desain dan implementasi AI pada game adalah untuk membuat suatu permainan menarik minat para player. Tujuan dari AI adalah untuk menciptakan kejujuran dari kecerdasan manusia, akan tetapi hal ini diluar dari kebutuhan game dan perangkat lunak untuk hiburan lainnya.

Tujuan sebenarnya implementasi AI dalam game adalah untuk menciptakan permainan yang menantang tetapi dapat memungkinkan ditaklukan oleh player. Bentuk paling sederhana dari game AI adalah sistem berbasis aturan (rule-based system). Sistem ini merupakan satu set perilaku standar yang menjadi aturan perilaku dari sebuah entitas game.

Metode umum yang biasa digunakan untuk menerapkan game dengan rule-based system adalah finite state machine (FSM). FSM adalah sebuah model yang digunakan untuk merepresentasikan dan mengontrol aliran eksekusi. FSM merupakan model berbasis komputasi pada mesin hipotetis yang terbuat dari satu atau lebih keadaan. Hanya satu keadaan dapat aktif pada saat yang sama, sehingga mesin harus melakukan transisi dari satu keadaan ke keadaan lain untuk melakukan tindakan yang berbeda. FSM biasanya digunakan untuk mengatur dan mewakili aliran eksekusi, yang berguna untuk menerapkan AI dalam game.

FSM berguna untuk menerapkan logika AI dalam game. 
FSM dapat dengan mudah direpresentasikan dengan menggunakan grafik, yang memungkinkan developer untuk melihat gambaran besar, tweaker dan mengoptimalkan hasil akhir. Implementasi FSM menggunakan fungsi atau metode untuk merepresentasikan sebuah keadaan sederhana, tapi kuat. Bahkan hasil yang lebih kompleks dapat dicapai dengan menggunakan FSM berbasis tumpukan (stack-based FSM), yang menjamin aliran eksekusi dikelola dengan ringkas tanpa berdampak negatif pada kode.

2. Smart Card (Kartu Pintar)






Kartu pintar ditemukan dan dipatenkan pada 1970-an. Ada beberapa perselisihan tentang siapa "penemu" asli kartu ini termasuk Jürgen Dethloff dari Jerman, Arimura dari Jepang, dan Roland Moreno dari Perancis. Penggunaan massal pertama kali dari kartu ini adalah untuk pembayaran telepon di Perancis pada 1983.

Kartu pintar (Inggris smart card) adalah sebuah kartu yang telah dipendam sirkuit terpadu. Meskipun banyak kegunaannnya, namun ada dua pembagian dasar dari kartu ini, yaitu kartu memori dan kartu dengan mikroprosesor. Contoh kegunaan kartu ini yang paling banyak adalah untuk sistem pembayaran elektronik dan dalam kartu SIM.

Terdapat 2 jenis kartu pintar :
  • Kartu Pintar Sentuh 

Kartu pintar sentuh memiliki chip keemasan dengan diameter sekitar setengah inci. Pada saat dimasukan ke pembaca kartu, chip berhubungan dengan penghubung elektronik yang dapat membaca informasi dari chip dan menuliskannya kembali.
  • Kartu Pintar Non-sentuh (Contactless Smart Card)

Kartu ini berkomunikasi dengan pembaca kartu dengan cara teknologi induksi RFID (dengan kecepatan pertukaran data dari 106 sampai 848 kbit/detik). Kartu ini hanya perlu didekatkan dengan pembaca kartu untuk menyelesaikan transaksi. Kartu ini banyak digunakan untuk sistem transportasi masal yang membutuhkan proses yang cepat atau tanpa menggunakan tangan.

sumber :
http://prodigy-works.blogspot.co.id/2016/11/ptsc-1-sistem-cerdas.html


Sunday, November 22, 2015

SAP ( System Aplication Product )


SAP ( System Aplication Product )

PENGERTIAN SAP


SAP adalah produk perangkat lunak ERP yang mempunyai kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai macam aplikasi bisnis, dimana setiap aplikasi mewakilkan area bisnis tertentu. Pada SAP transaksi keterkinian dan transaksi proses dilakukan dengan cara real time. SAP mempunyai kemampuan untuk dapat dikonfigurasikan sesuai dengan kebutuhan bisnis.

TUJUAN PENGGUNAAN SAP


  • Untuk mengurangi jumlah biaya dan waktu yang digunakan untuk mengembangkan dan menguji semua program - program yang ada dalam satu perusahaan.
  • Untuk itulah kebanyakan perusahaan akan mencoba untuk menggunakan tool yang tersedia dalam SAP.


KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN SAP


Keuntungan dari penggunaan SAP adalah SAP mempunyai level integrasi yang sangat tinggi antara aplikasi-aplikasi individu sehingga menjamin konsistensi data terhadap system dan perusahaan implement tator.


AREA FUNGSIONAL SAP


SAP dikategorikan kedalam 3 area fungsional utama :
  • Logistics

  1. Sales and Distribution (SD)
  2. Material Management (MM)
  3. Warehouse Management (WM)
  4. Production Planning (PP)
  5. General Logistics (LO)
  6. Quality Management (QM)

  •  Financial

  1. Financial Accounting (FI)
  2. Controlling (CO)
  3. Enterprise Controlling (EC)
  4. Investment Management (IM)
  5. Treasury (TR)

  • Human Resources

  1. Personnel Administration (PA)
  2. Personnel Development (PD)

LINGKUNGAN SISTEM SAP


  1. Sistem pengembangan adalah lingkungan dimana sebagian besar implementasi berada pada lingkungan ini.
  2. Sistem penjaminan kualitas adalah lingkungan dimana semua pengetesan akhir berada pada lingkungan ini sebelum dijalankan pada lingkungan produksi.
  3. Sistem produksi adalah lingkungan dimana terlaksananya semua aktifitas bisnis sehari-hari Lingkungan ini juga merupakan client untuk semua pemakai terakhir menjalankan fungsi pekerjaan keseharian.




Sumber Pdf /E-Book :  
https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=0ahUKEwj-zYjsjaTJAhWCopQKHR_0AYcQFggaMAA&url=http%3A%2F%2Flulu.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F12535%2FSystem%2BApplication%2Band%2BProduct%2B(SAP)%2B.pdf&usg=AFQjCNF907cfzuvm2Jt84TDOdv3cCMIr5Q&sig2=ZxGZ2pw5xrJb3ex14rI1QA